Jual Obat Aborsi di Medan Cytotec Obat Penggugur Kandungan

Domande & RisposteCategoria: QuestionsJual Obat Aborsi di Medan Cytotec Obat Penggugur Kandungan
Haji Kates ha scritto 1 settimana fa

( Wa 081911231551 ) Jual obat aborsi cytotec di medan alamat toko apotek aborsi misoprostol asli yang aman isi aborsi aman lengkap di kota medan sumatera utara dan sekitarnya. Dengan harga yang bisa anda pilih sesuai dengan usia kandungan anda.
 
Apotek obat aborsi cytotec asli di medan Disini kami menjual Obat Aborsi cytotec misoprostol pfizer original, obat aborsi cytotec original dan obat janin. Di Medan Sumatera Utara akhir-akhir ini sudah banyak yang mengaku bidan yang bisa menggugurkan kandungan (aborsi) atau dokter, semoga bapak-
bapak hati-hati dengan bidan kuret, karena adanya alat kuretnya. hanya dokter yang memiliki
alat ini.
Apa itu Obat Aborsi Cytotec?
Selanjutnya mari kita tahu penjualan obat aborsi secara online di kota Medan Sumatera Utara. Cytotec adalah Obat Aborsi Pfizer USA terdaftar yang disetujui FDA, untuk dijual dan digunakan.
 
Cytotec Pfizer ini biasanya tidak diizinkan di beberapa negara dengan undang-undang yang ketat, dan di Indonesia diperlukan resep untuk mendapatkan Cytotec 200 mcg (walaupun kami tidak memerlukan resep untuk membeli cytotec 200 mcg Akhir Bulan.
 
Cytotec ® adalah obat penggugur kandungan dengan bahan aktif Misoprostol. Cytotec Misoprostol Dari Pfizer USA dijual dengan nama dagang CYTOTEC, Citotec, Cyprostol, Gymiso, Mibetec, Misotrol.
 
Obat aborsi cytotec asli pfizer – telah berhasil membantu para pasien untuk menggugurkan kandungan secara tuntas cepat aman tanpa efek samping. Sehingga mereka senantiasa mau memberikan nilai-nilai ulasan yang positif. Obat Aborsi cytotec asli merupakan obat berbentuk pil tablet yang sangat manjur, ampuh, aman.
 
Bekerja dengan cepat dan efektif untuk mengatasi telat datang bulan. Selain itu para wanita yang ingin konsumsi obat ini tidak perlu takut dan khawatir lagi tentang efek samping dan ancaman kesehatan lainya, karena obat ini di racik secara khusus dengan menggunakan bahan-bahan pilihan yang aman tanpa efek yang serius saat di konsumsi.
 
Apa itu aborsi? Aborsi adalah salah satu tindakan medis yang bertujuan untuk mengakhiri kehamilan. Dengan melakukan aborsi, maka janin pun bisa segera dikeluarkan sebelum sanggup hidup di luar kandungan. Aborsi dapat dilakukan dengan menggunakan obat-obatan yang diminum atau melalui tindakan operasi.
 
Aborsi dalam Dunia Medis Biasanya, aborsi dilakukan sebelum usia kehamilan mencapai 20 minggu sehingga janin pun bisa mati. Meskipun memiliki konotasi negatif dalam kehidupan sosial karena banyak orang yang melakukannya karena tidak menginginkan kehadiran janin, dalam realitanya aborsi juga kerap dilakukan karena kebutuhan menyelamatkan nyawa sang ibu.
 
Dalam dunia medis, terdapat beberapa jenis aborsi yakni aborsi spontan (alamiah) dan aborsi buatan (sengaja). Aborsi spontan sendiri adalah aborsi yang disebabkan karena unsur ketidaksengajaan atau kecelakaan. Sebagai contoh, ada kasus janin meninggal di dalam kandungan saat usianya belum mencapai 20 minggu sehingga janin pun harus dikeluarkan dari kandungan.
 
Sementara itu, ada pula aborsi buatan atau yang dilakukan secara sengaja. Aborsi inilah yang kerap mendapatkan konotasi negatif oleh masyarakat. Aborsi buatan ini dilakukan secara sadar oleh ibu yang sedang mengandung.
 
Terdapat banyak teknik yang dilakukan untuk melakukan aborsi buatan ini: melalui Obat Aborsi, bedah atau aborsi provakatus.
 
Ada banyak pertimbangan yang mendasari tindakan aborsi. Namun, sering kali dokter menyarankan wanita untuk melakukannya andai kehamilannya dianggap membahayakan nyawa.

 
Konsultasi Klik https://api.whatsapp.com/send?phone=6281911231551

 
Satu hal yang pasti, tindakan ini juga bisa memberikan efek samping seperti munculnya rasa nyeri pada perut, mual-mual dan muntah-muntah, munculnya flek atau bercak darah, hingga adanya risiko besar kompilikasi layaknya pendarahan hebat, kerusakan pada leher rahim, perforasi uterus, munculnya infeksi, hingga adanya komplikasi serius yang bisa saja memicu kematian.
 
Karena alasan inilah ada baiknya aborsi baru bisa dilakukan dengan berbagai pertimbangan medis yang tepat bersama dengan dokter profesional agar tidak membahayakan nyawa ibu.
Efek Samping Aborsi yang Harus Kamu Tau
Anda Tahu Fakta menunjukkan bahwa praktik aborsi ilegal tidak ditangani oleh orang yang memiliki kemampuan medis dengan baik serta tidak didukung oleh peralatan sesuai yang digunakan untuk melakukan bedah.
 
Dengan begitu, aborsi adalah suatu tindakan yang bisa menyebabkan komplikasi. Infeksi
merupakan salah satu yang paling sering dialami saat melakukan tindakan aborsi ilegal.
Selain itu, risiko mengalami kerusakan rahim juga bisa terjadi. Risiko ini semakin berbahaya
dengan semakin besarnya kondisi janin.
 
Perlu Anda ketahui, aborsi kehamilan di bawah 13 minggu memiliki risiko lebih kecil
dibandingkan kehamilan usia di atas 20 minggu. Jika terjadi perdarahan serius, Anda perlu
melakukan transfusi darah.
 
Meski jarang terjadi, ada juga bahaya aborsi seperti kerusakan pada rahim. Terutama jika aborsi dilakukan pada usia 12 hingga 24 minggu, baik aborsi melalui obat-obatan atau secara operasi.
 
Selain itu, ada pula beberapa efek samping yang sering dikeluhkan setelah aborsi antara lain
kram perut, diare, muntah atau pendarahan ringan yang bisa berlangsung 2-4 minggu setelah
aborsi.
 
Berikut adalah efek samping aborsi lainnya yang bisa memengaruhi kesehatan Anda, di
antaranya:
 
Muncul depresi
Baik karena kondisi medis atau dilakukan secara sengaja, tindakan aborsi adalah suatu tindakan yang bisa memberikan efek traumatik. Jika hal ini tidak segera mendapatkan penanganan dengan cepat, maka dampak lanjutannya adalah munculnya perasaan depresi.
 
Sepsis
Infeksi bakteri yang sudah masuk ke aliran darah dan menyebar ke seluruh tubuh disebut sepsis. Saat infeksi terlanjur menyerang tubuh, hal ini akan menyebabkan tekanan darah menurun yang disebut syok sepsis.
 
Endometritis
Karena aborsi adalah sebuah tindak mencegah kehamilan yang berisiko membuat seseorang terkena infeksi, dampak lanjutannya adalah munculnya endometritis, peradangan pada lapisan rahim.
 
Meski bisa terjadi pada semua wanita yang melakukan aborsi, endometritis lebih sering terjadi pada remaja. Remaja perempuan dilaporkan 2,5 kali lebih mungkin mengalami endometritis usai aborsi dibanding wanita dengan usia 20-29. Komplikasi yang bisa ditimbulkan adalah terakit masalah kesuburan.
 
Infeksi peradangan panggul
Risiko infeksi peradangan panggul akan meningkat pada kasus aborsi spontan. Hal ini disebabkan karena adanya risiko perdarahan dan peluang untuk jaringan kehamilan yang terperangkap dalam rahim.
 
Keduanya merupakan sebuah kondisi yang baik untuk pertumbuhan bakteri. Pada aborsi yang diinduksi (baik legal maupun ilegal), manipulasi eksternal juga meningkatkan kemungkinan infeksi.
 
Sementara itu, pada wanita yang pernah mengalami anemia sedang hingga berat, kehilangan darah akan meningkatkan kemungkinan infeksi.
 
Kanker
Seorang wanita yang pernah melakukan aborsi, memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker serviks daripada mereka yang belum pernah melakukan aborsi. Wanita yang dua kali atau lebih melakukan aborsi, risiko kanker serviks lebih tinggi hingga 4,92.
 
Selain itu, risiko peningkatan kanker hati dan kanker ovarium juga terkait dengan aborsi tunggal dan ganda. Peningkatan kanker pasca-aborsi bisa disebabkan oleh kerusakan leher rahim, gangguan hormonal tidak wajar sel kehamilan dan dampak stres pada sistem imun.
 
Perlu Anda ketahui, tempat yang biasa digunakan untuk menjalankan praktik aborsi ilegal dilakukan oleh dokter secara tidak resmi. Meski memiliki latar belakang ilmu medis, namun belum didukung oleh peralatan yang sesuai.
 
Di Indonesia, pilihan melakukan aborsi kerap kali dilakukan di dukun pijat, di mana hal ini adalah sebuah tindakan yang sangat berbahaya karena tidak didukung oleh keahlian medis dan peralatan yang sesuai.
 
Begitu pula upaya aborsi yang dilakukan sendiri oleh wanita hamil dengan mengonsumsi obat-obatan atau menggunakan alat bantu tertentu. Misoprostol atau yang dikenal dengan nama dagang cytotec, adalah Obat Aborsi yang juga digunakan untuk mencegah terjadinya tukak lambung ketika seseorang meminum obat golongan antiradang non-steroid seperti ibuprofen dan aspirin.
Ganjaran Hukum Melakukan Aborsi
Aturan mengenai aborsi di Indonesia diatur dalam UU No.36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Namun, berdasarkan pasal 75 UU Kesehatan, disebutkan hanya terdapat dua kondisi pengecualian untuk dilakukannya aborsi dengan alasan medis:
 
Adanya indikasi darurat kesehatan pada usia dini kehamilan yang mengancam nyawa ibu dan/atau janin, janin menderita kelainan genetik berat, atau cacat bawaan yang tidak dapat disembuhkan sehingga sulit bagi janin untuk bertahan hidup di luar kandungan.
 
Kehamilan akibat pemerkosaan yang menyebabkan trauma. Aborsi yang dilakukan di luar dari kedua kondisi di atas adalah sesuatu yang ilegal. Sebagaimana dicantumkan dalam pasal
 
194 UU Kesehatan, yaitu tiap orang yang terlibat tindakan aborsi ilegal dapat dipidana penjara maksimal 10 tahun dan denda maksimal sebesar Rp. 1 miliar.
 
Apapun alasan dan status pelaku, aborsi adalah sebuah pilihan. Masalah muncul saat aborsi dilihat sebagai pembunuhan, karenanya hal itu adalah tindakan yang tidak boleh didukung sama sekali.
 
Banyak orang menilai aborsi adalah perbuatan ilegal yang mesti disembunyikan. Tak heran,
banyak praktek aborsi dibongkar aparat kepolisian karena melakukan aktivitasnya secara
diam-diam.
 
Namun, meski tidak diizinkan, aborsi ternyata bisa saja dilakukan di Indonesia. Namun, alasannya karena darurat medis ibu dan bayi serta korban pemerkosaan. Hal itu diatur dalam Undang-Undang tentang Kesehatan Tahun 2009 dan Peraturan Pemerintah Nomor 61 Tahun 2014 tentang Kesehatan Reproduksi.
 
Namun, karena aborsi dianggap perbuatan yang tabu, cukup sulit bagi orang mendapat pelayanan yang baik. Akhirnya ada yang memilih melakukan aborsi secara sembunyi- sembunyi.
 
Menurut Ketua Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI), dr Sarsanto W Sarwono, SpOG, untuk kasus kehamilan yang terjadi pada wanita dengan usia terlalu tua untuk hamil dan dikhawatirkan menyebabkan kematian ibu, abortus janin dapat dilakukan. Yaitu pada usia kandungan kurang dari 8 minggu.
 
Menurut Sarsanto, kedaruratan medis tak hanya mencakup masalah fisik, tetapi juga psikis dan sosial. Untuk itu, sebelum dilakukan aborsi, pasien wajib mendapat konseling yang dilakukan oleh konselor yang berkompeten dan berwenang.
 
Bahkan, pemerintah telah mengeluarkan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 3 Tahun 2016 tentang Pelatihan dan Penyelenggaraan Pelayanan Aborsi atas Indikasi Kedaruratan Medis dan Kehamilan Akibat Perkosaan. Permenkes tersebut memperjelas tata laksana aborsi di Indonesia.
 
Dalam Permenkes itu disebutkan, pelayanan aborsi yang aman, bermutu, dan bertanggung jawab harus dilakukan oleh dokter sesuai standar profesi, standar pelayanan, dan standar prosedur operasional.
 
Dokter tersebut telah mendapat pelatihan dan bersertifikat. Aborsi juga bisa dilakukan di puskesmas, klinik pratama, klinik utama, atau yang setara, dan rumah sakit. Menurut Sarsanto, pelayanan aborsi yang aman sangat penting untuk mengurangi angka kematian ibu.
 
Berdasarkan data Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI), terjadi 1,5 juta-2 juta kasus aborsi. Aborsi menyumbang 30 persen kasus kematian ibu. Penyebab kematian kebanyakan terjadi karena melakukan aborsi yang tidak aman.
 
Sarsanto menegaskan, adanya pelayanan aborsi yang aman dan legal tidak akan mendorong terjadinya kehamilan pada remaja.
 
Remaja yang hamil di luar nikah justru dikhawatirkan mengakses aborsi tidak aman di klinik ilegal. Klinik aborsi legal yang dimiliki PKBI selama ini 80 persen menangani aborsi pada wanita yang sudah berkeluarga.
 
Untuk mencegah terjadinya kehamilan yang tidak diinginkan dan berujung pada aborsi, sangat penting terus dilakukan edukasi kesehatan reproduksi sejak dini.

 
Konsultasi Klik https://api.whatsapp.com/send?phone=6281911231551

Share this:

Copy and paste this code into your website.